Terima kasih “Dewa Kipas”

0 0
Read Time:7 Minute, 28 Second

Sengaja saya memilih judul ini sebagai bahan tulisan perdana saya, karena sebagai orang yang senang dengan olahraga catur  tentu sangat ingin ikut memberikan sumbangan  pandangan berdasarkan  pemahaman dan pengalaman  yang sangatlah terbatas  terkait  polemik “Dewa kipas” yang sempat viral beberapa waktu lalu, Mungkin sebagian menganggap hal ini bahasan yang sudah basi dan  sudah sangat  banyak tulusan yang membahasnya  didunia maya,  tapi tak apalah anggaplah ini sebagai sekedar  sumbangan untuk “meramaikan” ulasan-ulasan sebelumnya. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali !! ! He..he..

Polemik “Dewi Kipas” sudah berakhir, sebuah polemik yang begitu hangat menyengat diperbincangkan dimasyarakat, terutama di media sosial dalam dan luar negeri. Sebagaimana sudah banyak diketahui, munculnya polemik diawali  suatu peristiwa yang dipandang sebagai suatu “kejutan”  saat seorang pecatur veteran non master negeri ini yang sudah berusia 60 tahun yang bernama Dadang Subur alias  “Dewa Kipas”, yang bukanlah pecatur terkenal apalagi termasyur, secara meyakinkan mampu menaklukkan pecatur muda berusia 25 tahun dari Amerika yang cukup dikenal di dunia maya yang bergelar Master Internasional, Levy Rozman alias “Gotham Chess”  dalam suatu pertandingan catur online.

Namun kemenangan “Dewa Kipas” ini berbuah  polemik yang luas dan  viral di dunia maya, setelah akun chess.com “Dewa Kipas” dibanned karena “Dewa Kipas” dinilai telah melakukan kecurangan dalam pertandingan itu karena diduga menggunakan alat bantu, semacam  program catur komputer. Polemik ini akhirnya menjalar bagaikan menjalarnya api yang  yang ditiupkan dari  kipas-kipasnya sang “Dewa”.

Sebenarnya saat ini aku sudah sangat jarang mengikuti berita-berita tentang catur, kalau saja putera kami tidak memberitahukan berita viral itu yang telah mengusik keingintahuan apa gerangan sebenarnya yang terjadi.  Setelah mencari tahu  dan membaca sekilas berita tentang polemik  tersebut, mulailah ada sedikit pencerahan tentang asal muasal polemik yang telah mengundang berbagai silang pendapat pro kontra yang berseliweran di dunia maya, yang tak kurang melibatkan netizen dari berbagai belahan dunia, dari yang awam ngga ngerti catur sampai pemain catur profesional, Wow !!

Sebagian netizen percaya kepada kemenangan diraih   “Dewa Kipas”  adalah dengan cara fair dan sebagian tidak percaya itu. Terlepas itu semua berbeda pendapat itu adalah hal yang sah-sah saja, semua orang bisa saja untuk setuju atau tidak setuju, dan bebas menyampaikan argumennya.

Kalau diamati mutu argumenpun beragam, misalnya ada  alasan dari mereka  yang tak percaya menyatakan keheranannya dan  ketidakpercayaannya dengan berkata : “Apakah mungkin “Dewa Kipas” mengalahkan seorang master catur ?!”, “ Lho kok bisa yaa ??” Adapun argumen yang dikemukakannya hanyalah didasarkan pada sebuah nama belaka,  yaitu :”Bagaimana mungkin atau bahkan tidak masuk akal “Dewa Kipas” yang digambarkan oleh mereka  sebagai sosok yang hanya berkecimpung dan ahli di dunia perkipasan bisa mengalahkan seorang master atau ahli catur yang sehari-hari berkecimpung didunia catur ??”  Yang mungkin menurut mereka adalah jika yang mengalahkan master catur adalah seorang “Dewa Catur”,…Nah lho, nama menentukan kemenangan he,he,he…

Dari sebagian yang percaya pada kemenangan “Dewa Kipas” mereka beranggapan bahwa Dadang Subur bukanlah orang yang baru belajar catur, beliau yang telah berusia 60 tahun ( lebih 2 kali lipat umur lawannya !) tentu sudah memiliki cukup banyak makan asam, garam, dan gula dalam bermain catur, dan mungkin juga mereka menilai perbedaan level permainan antara “Dewa Kipas” dengan “Gotham Chess” tidaklah begitu berjauhan yang jelas “Dewa Kipas” bukan anak kemaren sore baru belajar catur !..ada benernya juga ya ?!

Dalam dunia catur dan olah raga apapun,  kejutan-kejutan  memang bisa saja terjadi pada siapa saja, kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Apalagi untuk pemain yang dinilai  sama-sama  cukup menguasai permainan catur sudah maklum bahwa kesalahan satu langkah yang bersifat  fatal atau dalam catur disebut dengan langkah blunder, sudah cukup bagi lawan menggiringnya  dengan mudah menuju jurang kekalahan, karena itu banyak sekali disaksikan pertandingan yang dengan tidak menunggu skak math, seorang pecatur sudah merasa digiring ke jurang kekalahan dengan sportif, gentleman merobohkan rajanya tanda menyerah lalu menjabat tangan lawannya tanda legowo menerima kekalahan sekaligus memberi selamat kepada sang lawan. Bagi  penonton yang awam tentu akan heran kenapa pecatur itu menyerah padahal buah diatas papan catur masih banyak, mereka bingung kalahnya dimana ?? Namun berbeda dengan penonton yang telah memiliki pemahaman tentang catur, mereka akan maklum dan memahami mengapa  seorang pecatur itu menyerah, alasan menyerah dalam  ungkapan dikalangan pecatur adalah :  “ karena udah ngga ada obatnya !!”.

Dan pemain yang diatas kertas levelnya jauh lebih tinggi maupun pengalaman lebih banyak bisa saja dikalahkan dengan pemain yang level ( elo rating ) jauh lebih rendah, walau  probability-nya  kecil, tapi yang pasti  itu bukanlah suatu hal yang mustahil terjadi, karena bagaimanapun seorang pecatur bergelar Grand Master sekalipun bisa saja “tergelincir” karena berbagai faktor teknis non teknis seperti faktor kesehatan yang kurang prima saat bertanding, “Grand Master juga manusia biasa bukan computer !”

Kejutan : Pecatur remaja kalahkan GM Super…

Begitu pula cara pembuktian dengan analisa terhadap akurasi langkah, yaitu langkah-langkah yang dijalankan seorang pecatur dilakukan analisa dengan dibandingkan langkah-langkah  dari program catur computer tertentu, selanjutnya kesamaan langkah pilihan dijadikan indikator untuk membuktikan apakah seorang pecatur terindikasi melakukan kecurangan, dan patut diduga menggunakan alat bantu berupa program catur computer saat pertandingan berlangsung, lalu apakah itu bisa sebagai pembuktian yang cukup kuat dan sangat bisa diterima ?! Mungkin hal ini belum bisa diterima semua pihak dan akan mengundang pro dan kontra pula.

Beragam argumen muncul  misalnya : bukankah program computer juga berasal dari ide-ide manusia juga dalam hal ini para ahli catur, yang di program dalam  sebuah aplikasi ?!, Atau bisa saja ide seseorang pecatur secara kebetulan sama dengan ide pada program catur computer. Lalu jika seorang menyatakan atau mengklaim bahwa dia telah hapal dengan pola langkah program catur untuk posisi tertentu, lalu  apakah ini menutup kemungkinan lawannya juga hapal  kondisi itu ?!, karena mereka berlatih dengan menggunakan program catur computer yang sama ?!  Disamping itu  tidaklah mungkin seorang pecatur dapat mengetahui atau menerka semua yang tersimpan didalam pikiran lawannya.

Sebaliknya mereka yang menyakini bahwa langkah lawan melakukkan kecurangan dengan menyontek langkah-langkah program catur pada computer beranggapan langkah pecatur dengan  akurasi langkah yang menyamai langkah computer dengan persentase yang tinggi atau bahkan 100% adalah sesuatu yang hampir “mustahil” hanya pemain yg berlevel tertentu saja yang mungkin melakukannya.

Terlepas pro dan kontra seperti dikemukakan diawal itu adalah hak setiap orang untuk setuju atau tidak setuju, sependapat tidak sependapat, dan hak setiap orang pula untuk memiliki atau mengemukakan argumennya masing-masing. Jika diikuti perdebatan pro dan kontra pastilah tidak pernah akan habis-habisnya.

Suatu yang pastipada  saat ini kondisi tersebut sebuah menjadi problem pada pertandingan catur online, yaitu kondisi saat pecatur tidak berada ditempat yang sama, di meja catur yang sama, saling melihat lawan, bisa saling berjabat tangan dan keberadaan wasit yang berfungsi sebagai penengah atau mengawasi secara langsung jalannya pertandingan. Kondisi yang sangatlah berbeda dengan pertandingan catur online.

Mungkin dari permasalahan tersebut ditarik kesimpulan bahwah problem terletak pada fungsi pengawasan, yaitu bagaimana fair play dapat ditegakkan dalam turnamen catur online, lalu seberapa siapkah pihak penyelenggara mengantisipasi kemungkinan unfair play. Bagiamana peraturan dibuat, teknis pelaksanaan termasuk ketersediaan alat pendeteksi. Entahlah apakah pada kondisi ini wasit bisa dibantu/digantikan dengan kamera CCTV ?! Wallahualam… tidak perlu berpusing-pusing memikirkannya kita serahkan saja kepada ahlinya, yang berwenang membuat regulasi.

Terlepas dari kontroversi “Dewa Kipas”  bagi kami kiranya tidak begitu penting dibahas pro kontranya yang sungguh menarik untuk dikemukakan adalah hal-hal yang bersifat positif yang merupakan  buah manis dari peristiwa tersebut, sebagaimana kita semua saksikan peristiwa ini telah mengundang banyak perhatian dan membawa hikmah dan berkah khususnya catur Indonesia, “Dewa Kipas” dengan kontroversinya telah mengangkat dan mempopulerkan pecatur dan olah raga catur. Hal yang spektakuler mungkin bukanlah terletak pada kemenangan “Dewa Kipas” atas “Gotham Chess”,  justru hal yang spektakuler terjadi adalah ”peristiwa setelah peristiwa” kemenangan tersebut.  Sesuai dengan namanya “Dewa Kipas”, ternyata ayunan kipas sang “Dewa Kipas” telah menghantarkan hembusan angin segar bagi dunia catur Indonesia, terbukti polemik ini telah menarik perhatian jutaan orang, tidak sedikit orang yang awalnya kurang tertarik dengan catur lantaran peristiwa ini telah mulai membuka matanya pada dunia catur, bahkan yang patut kita beri uacapan terima kasih,  penghargaan dan acungan dua jempol kepada bung Deddy Corbuzier yang telah mengundang para pecatur sekaligus mensponsori pertandingan persahabatan catur kilat yang bersejarah yang di selenggarakan secara live, dengan durasi yang begitu singkat namun dengan hadiah yang begitu dahsyat !, Sebuah peristiwa viral disaksikan jutaan pasang mata sekaligus sebuah rekor yang patut dicatat sebagai sejarah baru bagi dunia catur Indonesia bahkan mungkin dunia.

Dan sebagai penutup sebagai seorang penggemar catur penulis pribadi pada kesempatan ini ingin  menyampaikan rasa  salut, selamat dan terima kasih ! khususnya buat  bapak Dadang Subur alias “Dewa Kipas” yang telah seara “tak terduga” meramaikan dan mentorehkan sebuah catatan sejarah yang demikian indah dalam dunia catur Indonesia.

Salam Catur,

Gens Una Sumus

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next post Menarik setitik Makna Syair Abu Nawas : Al I’tiraf

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *