Sejarah Catur : Sebuah permintaan hadiah yang diremehkan sang Raja

Hampir setiap orang mengenal apa itu permainan catur, jika ditanya apa itu catur mungkin sebagian orang akan mendiskripsikannya sebagai suatu olahraga berpikir, dimana dua orang pecatur berhadapan diatas meja, yang ditengahnya ada papan catur dan buah-buahnya, mereka saling bergantian menjalankan buah catur.

Begitu banyak orang yang menyenangi permainan catur, dan asyik bermain baik itu di rumah, di kantor, di pinggir jalan sampai di tempat-temapat mewah dalam ajang turnamen bergengsi.

Namun jika ditanyakan apakah mereka mengetahui sejarah catur itu sendiri, mungkin sangat sedikit yang bisa menjawab. Mengapa demikian ? Mungkin sebagian mengangggap mempelajari atau mengetahui sejarah catur tidaklah penting dibandingkan dengan mempelajari teori-teori catur, sejarah tidaklah berpengaruh kepada kualitas bermain seorang pecatur. Ya alasan yang bisa diterima dan masuk akal, namun tidak ada salahnya kita mengenal sejarah tentang permainan yang kita gemari sekedar menambah wawasan pengenalan tentang catur.

Baiklah kita coba kembali ke masa lampau, mencari tahu bagaimana permainan ini muncul di muka bumi. Jika mendasarkan pada literatur yang ada sebagian menyebutkan bahwa olahraga ini dikenal sudah berabad-abad, ratusan atau ribuan tahun yang lampau. Darimana permainan ini berasal ? Ada yang menyatakan permainan ini berasal dari Arab, Persia, Yunani, Romawi, Babylonia, Hindu, dan Cina. Lalu adapula ahli sejarah yang menghubungkan dengan tokoh-tokoh besar seperti nabi Sulaiman, Raja Sri Langka, Japheth Shem, Xerxes, Palamedes, Aristoteles, Brahma Sisza dan tokoh-tokoh tersohor lainnya.

Sebuah sejarah catur yang diyakini sebagai asal usul permainan catur modern saat ini adalah permainan yang pertama kali dikenalkan pada abad ke-16 di India yaitu sebuah permainan yang dikenal dengan nama “Chaturangga”.

Munculnya permainan “Chaturangga” ini didapat dari sebuah kisah adanya seorang Brahmana yang bernama Sisza yang menemukan sebuah permainan yang dikenal saat ini sebagai permainan Catur. Permainan ini ia persembahkan kepada rajanya yang bernama Balhsit.

Mendapat hadiah yang istimewa ini, rajapun mencoba permainan tersebut, alhasil sang raja terkagum-kagum, dan sangat menyenangi permainan ini, ia sangat terhibur dan girang bukan kepalang. Saking girangnya Rajapun berniat memberikan hadiah kepada sang Brahmana dan sang Brahmana dipersilahkan menyampaikan hadiah yang ia inginkan apakah itu emas, intan, berlian, atau apa saja raja akan siap mengabulkannya.

Diluar dugaan Brahmana Sisza tidak meminta hadiah seperti yang diperkirakan sang Raja, melainkan ia hanya meminta biji gandum, jumlah biji gandum yang ia minta dengan penghitungan jumlah petak pada papan catur ( jumlah petak pada papan catur adalah sebanyak 64 petak )

Untuk petak ke-1 diletakkan 1 butir biji gandum, 2 butir pada petak ke-2, 4 butir pada petak ke-3, 8 butir pada petea ke 4, 16 butir pada petak ke-4…demikian seterusnya sampai petak ke-64.

Tanpa mencoba menghitung dulu atau berpikir sejenak sang Raja spontan menyetujui permintaan sang Brahmana yang dianggapnya permintaan yang tak berarti dibandingkan permintaan emas, intan dan berlian. Tapi apa yang terjadi setelah itu,sang Raja sangat terkejut ternyata jumlah gandum yang diminta oleh Sisza sangat fantastis jumlahnya, dibuhkan waktu lama untumenghitung dan mengumoulkannya, gudang istana tak akan cucuk memenuhinya.

Berdasarkan perhitungan Kazner dan Newman dalam buku “Matematics and the Imagination” jumlahnya adalah 18.446.744.073.709.551.615 butir.

Previous post Gara-gara kalah main Catur, Supir Taksi dibuat bingung…
Next post Debat vs Main Catur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *