Debat vs Main Catur

Debat vs Main Catur…????? Hmmm….sebuah judul yang aneh ?! nggak masuk diakal ?! ngaco & neko-neko seenak udele dewe…. !! wedannn iki ?! sabar…sabar…pliss dibaca dulu ….

Hehehe…Iya dari judulnya aja udah bikin masalah, kok debat diadu dengan main catur, itukan hal yang jelas-jelas ngga apple to apple !!! Kalau Mike Tyson vs Evander Holyfield, Roger Federer vs Novac Jokovic, Liverpool vs manchaster City atau yg tempo hari rame GMW Irene Khrisma Sukandar vs “Dewa Kipas” alias bpk Dadang Subur…itu baru oke…

Memang debat bukanlah perbuatan sejenis dengan main catur, bisa dibilang keduanya sangat beda banget, kalau debat normalnya menggunakan lisan dan bersuara, dan pada debat yang kurang sehat bahkan kadang sampai mengeluarkan suara-suara keras, saling serang, saling ejek, saling hina, saling potong memotong pembicaraan bagaikan dua kusir yang sedang berpacu memacu kereta kudanya masing-masing dan akhirnya tidak diketahui siapa yang memenangkan perdebatan ataupun perdebatan dinyatakan berimbang, sama kuat. Dalam debat belum tentu yang pintar atau yang terlihat jelas sebagai pemenang debat sebab dimata audiens yang terutama yang kurang paham dengan materi yang diperdebatkan kadang cuma melihat dari dari sisi gestur penampilan saja dan tak paham dengan apa bahasan yang dia dengar walaupun sesekali mengangguk-angguk seolah mengerti. Debater yang lemah argumennya terkadang bisa menutupi kekalahan/kelemahan argumennya dengan penampilan atau menggunakan bahasa tubuh yang terkesan sangat percaya diri, bersuara lantang dan penampilan yang meyakinkan sehingga terlihat seolah-olah dia ada diposisi pihak yang menang, Sementara debater yg pintar namun lemah dalam berekspresi, yang kurang percaya diri, canggung, takut-takut karena terpengaruh kelancangan dan gertakan lawan kadang dipandang audiens sebagai pihak yang kalah. Nah bagaimana dengan catur ? Catur pertemuan dua orang pecatur sama-sama menghadap papan catur dan buah-buah catur, mereka juga bertarung namun tidak mengeluarkan suara dan suasana terasa hening senyap, terutama dipertandingan catur klasik. Perdebatanpun terjadi namun didalam benaknya masing-masing, diskusi dalam pikiran sendiri yang akan menghasilkan keputusan sebuah langkah untuk merespon langkah lawan . Masing -masing memikirkan langkah yang terbaik untuk menjawab langkah lawannya, setiap langkah pasti mengandung argumen, yang merupakan hasil pemikiran matan g penuh pertimbangan dan kehati-hatian. Disisi lain catur lebih memegang etika tunduk pada aturan permainan, setiap langkah dibalas dengan langkah dan berlangsung teratur bergantian, tidak ada potong memotong langkah artinya seorang pemain tidak boleh melangkah sebelum lawannya selesai melakukan langkah, jika itu terjadi terutama dalam pertandingan resmi maka yang melanggar akan dihukum dan dinyatakan kalah, karena telah melanggar aturan dalam bermain catur.tidak seperti yang terjadi pada perdebatan yang kadang lepas tanpa moderator yang ketat, seseorang kadang bisa begitu seenaknya memotong penjelasan argumen lawan yang belum selesai, dan nampak suasana potong memotong pembicaraan. Belum lagi lawan yang berkelit lari ke topik lain kerena tak mampu menjawab lawan, sebagai akal-akalan menutupi ketidaktahuan saat terjepit.

Satu hal lagi yang paling penting adalah ketimpangan pengetahuan, pengalaman, kecerdasan, ketelitian level dalam catur sangat menentukan kemenangan. Kesalahan dalam melangkahkan buah catur yang didasari argumen atau produk pemikirannya yang keliru mengandung konsekwensi yang menggiringnya pada kekalahan. Kesalahan fatal dalam sebuah langkah catur atau dikenal dengan isltilah “langkah blunder” sudah cukup bagi lawannya yang cukup ilmu dan pengalaman untuk menggiring sang pembuat blunder untuk menyerang, menekan, memojokkan dan membunuh raja lawan tanpa lawan mampu untuk berputar-putar ataupun berkelit-kelit, yg sudah pasti akan sia-sia sehingga harus merobohkan rajanya diatas papan catur, lalu menjabat tangan lawannya sebagai ucapan selamat dan gentleman mengakui kekalahan. Dan penontonpun langsung tahu siapa pemenang dari pertarungan itu, si A atau si B ataupun hasilnya imbang atau remis.

Secara sederhana perbandingan antara catur dan debat adalah sama-sama menggunakan pikiran, argumen, dalam sebuah pertarungan namun ada beberapa perbedaan terutama dalam penentuan pada saat pertarungan selesai, agaknya catur”lebih transfaran” siapa pemenangnya atau hasil akhirnya adalan berimbang (remis) mungkin untuk hal itu catur vs debat hasilnya 1-0.

Previous post Sejarah Catur : Sebuah permintaan hadiah yang diremehkan sang Raja
Next post Berapa banyak seharusnya anda minum air setiap hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *